Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 03 Mei 2013

MENGATASI MASALAH PESERTA DIDIK YANG KURANG CERDAS I. Kegiatan Konseling


TUGAS MID SEMESTER

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu: Widodo Supriyono, Drs. M.A



Disusun oleh:

Latifatus Syifa                                    (103111121)




FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012




MENGATASI MASALAH PESERTA DIDIK YANG KURANG CERDAS

I.     Kegiatan Konseling
Nama              : Fidhis Sa’adah
Umur              : 13 tahun
Alamat            : Ngabul Rt 05/06 Tahunan Jepara Km. 9, kode pos 59428
Kasus             : Peserta didik yang bernama Fidhis ini mempunyai kekurangan yaitu kurang
cerdas dalam menangkap bahan pembelajaran.

Solusi              : Penyelesaian yang ditawarkan Konseli dalam hal ini yaitu si peserta didik kurang cerdas, kita harus mengetahui sebab- sebab mengapa peserta didik mempunyai kasus seperti ini. Setelah konseli melakukan wawancara secara langsung terhadap Fidhis, ternyata diketahui latar belakangnya, yaitu tidak adanya pembiasaan belajar sejak dini dan ketergantungannya kepada kakak perempuan yang selalu memberikan les privat terhadap dirinya.
Untuk sebab yang pertama, Fidhis mengaku dirinya tidak melakukan pembiasaan belajar. Padahal waktu efektif megulang pembelajaran yang diajarkan guru adalah sore hari, akan tetapi pada waktu itu, dia malah bermain dan tidur sampai sore hari, dan malam nya dia diberi les privat oleh kakak perempuannya. Akan tetapi, peserta didik ini pun tidak begitu bersemangat dan memperhatikan apa yang diajarkan oleh kakaknya. Ditambah lagi, kakaknya yang jarang pulang ke rumah alias mondok kemudian kos karena sekolahnya di luar kota.  
Walhasil, nilai ulangan dan ujiannya pun sangat dibawah standart dan selalu mendapatkan rangking terbawah. Untuk mengatasi masalah ini, diharapkan peserta didik mengusap dahi tengah dengan jari dengan rutin, dan memulai pembiasaan- pembiasan kecil terlebih dahulu,yaitu dengan membaca buku dan mengulang pelajaran setelah diajarkan guru disekolah. Ini harus dilakukan setiap hari, atau dengan cara mengikuti les mata pelajaran.
Dan juga dapat melakukan puasa untuk membuka ilmu pengetahuan, puasa ini dilakukan selama tiga hari secara berurutan yaitu hari selasa, Rabu dan kamis. Dengan niat,
نو يت الصّو م لفتو ح العلم سنّة لله تعا لى 
Setelah puasa membaca do’a sebagai berikut :
اللّهم افتح عليّ فتو ح العا ر فين بحكمتك وانشر عليّ رحمتك يا ذا الجلا ل و الاكرام..
Artinya : Ya Allah, bukakanlah untuk saya pintu- pintu ilmu pengetahuan dengan hikmah kebijaksanaanmu dan taburkanlah untuik saya rahmatmu wahai dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.
Untuk menjadi pandai tidak hanya berusaha dengan keras dalam meningkatkan belajar, akan tetapi dengan berdo’a dan memohon kepada Allah, selain dengan puasa yang dicontohkan diatas, agar peserta didik itu menjadi pandai membaca Basmalah “Bismillahirrohmanirrohim” sebanyak 786 kali, dengan mengucapkan demi mukjizat basmalah semoga A bin B, atau C binti D jadi limpat / pandai sekali. Alangkah lebih baiknya, saat membacanya disediakan air, dan setelah membacanya ditiupkan ke air itu dan diminumkan ke nona Fidhis. Insya Allah barokah..
Nama Konselor       :Lathifatus Syifa
Alamat                      :Ngabul Tahunan Jepara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar