Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 23 April 2013

Jerih Payah Si Tukang Batu



JERIH PAYAH SI TUKANG BATU



            Ngaliyan - (16- 04- 2013), Karsimin (60) warga Puspowarno No. 32 Semarang ini, tercatat bekerja sebagai tukang batu di IAIN sedang merenovasi lapangan futsal yang berada di area fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. Semula lapangan ini  adalah tempat untuk mahasiswa bermain BolaVolley, tetapi, kini diubah menjadi lapangan futsal. Pak Min, panggilan akrab beliau mengungkapkan bahwa dia sudah bekerja di kampus pergerakan ini sudah 3 tahun lamanya. Sebelum menangani proyek lapangan futsal, beliau dan teman- temannya telah membuat gedung Q, memperbaiki gudang dan kamar mandi.
            Selama hidupnya, Bapak Karsimin sudah menghabiskan lebih dari separuh usianya, yaitu sekitar 30 tahun bekerja sebagai tukang batu, karena tidak ada pilihan lain bagi Pak Min, karena beliau hanya lulusan SD, setelah lulus dari SD, laki- laki setengah baya ini langsung bekerja di proyek yang pada saat itu, gaji pertamannya masih terhitung Rp. 170,- rupiah. Gaji sebagai tukang batu sekarang yang di dapat Pak Min berkisar Rp. 50.000,- rupiah, jadi apabila dibulatkan, penghasilan beliau sekitar Rp. 1.500.000,- rupiah perbulan.
            Bapak tiga anak ini, dalam menjalani kehidupan sehari- hari membutuhkan perjuangan dan jerih payah . Beliau berusaha bekerja dengan keras, walaupun beliau kini, sudah berumur lebih setengah abad. Tapi, alhamdulillah di rumah sang istri membantunya dalam mencari dan mencukupi nafkah keluargannya. Sang istri yang bekerja sebagai penjual gorengan dan kue- kue di pasar pun mempunyai penghasilan yang tidak tetap.  Akan tetapi, walaupun begitu, pak min dan istri telah berhasil menyekolahkan kedua anaknya sampai Sarjana S1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar